Vol. 1 No. 1 (2026): IMANIF: Islamic Economics Management and Finance Journal
Articles

Digital Contracts and Justice: Fiqh Muamalah and Unconscionability Analysis

muhammad abraar
Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan
Muhammad Rafi
Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan, Indonesia
Erwan Setyanoor
Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan, Indonesia

Published 2026-01-15

Keywords

  • Kontrak Digital; Fiqh Muamalah; Unconscionability; Perlindungan Konsumen; Hukum Kontrak Islam,
  • Digital Contracts; Fiqh Muamalah; Unconscionability; Consumer Protection; Islamic Contract Law

Abstract

Perkembangan pesat transaksi digital melalui e-commerce dan layanan fintech mendorong penggunaan kontrak digital berbentuk klausul baku yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi konsumen. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi prinsip fiqh muamalah dengan doktrin unconscionability dalam hukum kontrak kontemporer sebagai kerangka analisis keadilan kontrak digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan dan keadilan kontrak digital berdasarkan prinsip kerelaan (tarāī), keadilan, serta larangan gharar dan zulm dalam hukum Islam, sekaligus menilai ketidakadilan prosedural dan substantif menurut doktrin unconscionability. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif normatif-komparatif terhadap literatur hukum Islam dan hukum kontrak modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kontrak digital cenderung mengandung ketidakadilan prosedural akibat asimetri informasi serta ketidakadilan substantif melalui klausul baku yang merugikan konsumen. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menegaskan perlunya regulator dan pelaku usaha memperkuat pengawasan klausul baku, meningkatkan transparansi kontrak digital, serta memastikan perlindungan konsumen yang sejalan dengan prinsip keadilan dalam fiqh muamalah dan hukum kontrak modern.

 

 

References

  1. Antonio, M. S., Sanrego, Y. D., & Taufiq, M. (2021). Islamic economic principles and consumer protection in the digital era. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 7(3), 517–538. https://doi.org/10.21098/jimf.v7i3.1345
  2. Bar-Gill, O. (2019). Consumer contracts revisited. Journal of Legal Studies, 48(S1), S1–S38. https://doi.org/10.1086/701266
  3. Ben-Shahar, O., & Schneider, C. E. (2014). The failure of mandated disclosure. University of Pennsylvania Law Review, 159(3), 647–749.
  4. Brownsword, R., & Yeung, K. (2019). Regulating technologies: Legal futures, regulatory frames and technological fixes. Oxford University Press.
  5. Chapra, M. U. (2016). The future of economics: An Islamic perspective. Islamic Foundation.
  6. De Franceschi, A. (2016). European contract law and digital transactions. European Review of Contract Law, 12(2), 123–145. https://doi.org/10.1515/ercl-2016-0006
  7. Dusuki, A. W., & Abdullah, N. I. (2007). Maqasid al-shariah, maslahah, and corporate social responsibility. The American Journal of Islamic Social Sciences, 24(1), 25–45.
  8. Hillman, R. A. (2018). Online consumer standard-form contracting practices. New York University Journal of Law & Business, 14(1), 1–34.
  9. Huda, N., & Nasution, M. E. (2020). Islamic law perspective on consumer protection in digital transactions. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 6(2), 345–366. https://doi.org/10.21098/jimf.v6i2.1234
  10. Huda, N., & Nasution, M. E. (2022). Consumer protection and justice in digital transactions: An Islamic law perspective. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 13(4), 620–636.
  11. Kamali, M. H. (2010). Principles of Islamic jurisprudence and contract justice. Islamic Studies, 49(1), 1–28.
  12. Kim, N. S. (2019). Wrapping contracts and procedural unconscionability. William & Mary Law Review, 60(6), 1955–2008.
  13. Makarim, E. (2020). Perlindungan konsumen dalam kontrak elektronik di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(2), 256–278. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no2.4567
  14. Micklitz, H. W., Reich, N., & Rott, P. (2021). Understanding EU consumer law. Intersentia.
  15. Rachman, Z., Tuerah, P. R., Syamsuddin, S., Marsisno, W., Prasetyawan, F., Islamiah, F., ... & Anantadjaya, S. P. (2024). Metode Penelitian Manajemen: Teori dan Aplikasi Penelitian di Bidang Manajemen. Penerbit Mifandi Mandiri Digital, 1(01).
  16. Radionova-Girsa, E., & Petrov, R. (2020). Unfair terms in digital consumer contracts. Journal of Consumer Policy, 43(3), 487–510. https://doi.org/10.1007/s10603-020-09452-x
  17. Rakoff, T. D. (2015). The law and sociology of boilerplate. Michigan Law Review, 104(6), 1235–1256.
  18. Sjahdeini, S. R. (2018). Kebebasan berkontrak dan perlindungan yang seimbang bagi para pihak. Jurnal Hukum Bisnis, 37(1), 1–22.
  19. Sugianto, F., & Nugroho, A. (2021). Kontrak baku digital dan perlindungan konsumen di Indonesia. Jurnal RechtsVinding, 10(3), 421–438. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v10i3.789
  20. Usman, R. (2022). Aspek hukum kontrak elektronik dalam transaksi digital. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(4), 563–580.
  21. Wrbka, S. (2021). European consumer law and unfair contract terms in the digital age. Common Market Law Review, 58(4), 1013–1046.
  22. Wrbka, S. (2022). Unfair contract terms and digital consumer markets. Common Market Law Review, 59(2), 483–520.
  23. Zuhaily, W. (2011). Al-fiqh al-islami wa adillatuhu (Vol. 4). Dar al-Fikr.